Teologi Martin Luther berpusat pada sola fide (iman saja) dan sola gratia (anugerah saja), muncul dari pergumulan pribadinya akan kebenaran Allah, dan memuncak pada penolakan terhadap indulgensi (1517). Berkembang dari biarawan Augustinian menjadi reformator, ia menekankan sola scriptura (Alkitab satu-satunya otoritas) dan keimamatan semua orang percaya.