Text
TEOLOGI SISTEMATIKA volume 3 Doktrin Kristus
"Ada hubungan yang sangat erat antara doktrin manusia dan doktrin Kristus. Yang pertama berhubungan dengan manusia, yang diciptakan di dalam gambar Allah dan diberkahi dengan pengetahuan sejati, kebenaran dan kekudusan, tetapi karena pelanggaran yang disengaja terhadap hukum Allah dirampas kemanusiaannya yang sejati dan diubah menjadi orang berdosa. Dia menunjuk pada manusia sebagai makhluk Tuhan yang sangat diistimewakan, masih menyandang
beberapa jejak kejayaan aslinya, namun sebagai makhluk yang memilikinya kehilangan hak asasinya, kebebasan sejatinya, dan kebenaran aslinya dan kekudusan. Artinya, ia mengarahkan perhatian, bukan sekadar, atau bahkan terutama, pada sifat makhluk, tetapi pada keberdosaan manusia. Dia menekankan jarak etis antara Tuhan dan manusia, jarak akibat kejatuhan manusia, yang tidak dapat dilakukan oleh manusia maupun malaikat menjembatani; dan dengan demikian sebenarnya merupakan seruan memohon pertolongan ilahi. Kristologi masuk bagian jawaban atas seruan itu. Ini memperkenalkan kita pada tujuan kerja Allah di dalam Kristus untuk menjembatani jurang yang ada, dan menghilangkan jarak tersebut. Dia menunjukkan kepada kita Tuhan datang kepada manusia, untuk menghilangkan penghalang di antara Tuhan dan manusia dengan memenuhi syarat-syarat hukum di dalam Kristus, dan untuk mengembalikan manusia pada persekutuan yang diberkati-Nya. Antropologi sudah mengarahkan perhatian pada kemurahan Allah yang menyediakan perjanjian persahabatan dengan manusia, yang memberikan kehidupan persekutuan yang diberkati dengan Tuhan; namun ini adalah sebuah perjanjian yang hanya efektif di dalam dan melaluinya Kristus. Dan karena itu doktrin Kristus, sebagai Perantara dari perjanjian, harus diikuti. Kristus, dilambangkan dan dinubuatkan dalam Perjanjian Lama sebagai Penebus manusia, hadir dalam kegenapan waktu, untuk berdiam di antara manusia dan untuk menghasilkan sesuatu yang kekal rekonsiliasi "
No other version available