Mustahil untuk benar-benar memahami dahsyatnya penghiburan dari kedaulatan Allah sebelum kita terlebih dahulu memikirkan kedaulatan tersebut di dalam terang sengsara, penderitaan, kejahatan dan dosa. John Piper memberikan hadiah yang berharga bagi gereja dengan menunjukkan bagaimana keterjatuhan dunia ini telah dirancang bagi kebaikan ultimat kita dan kemuliaan ultimat Allah. Buku ini adalah se…
Buku ini akan menantang Anda untuk percaya bahwa Allah benar-benar berdaulat, bukan hanya dalam tempat berlindung penelitian theologi yang aman, melainkan juga dalam kekacauan-balauan yang menyakitkan dari kehidupan nyata. Anda akan ditantang untuk hidup lebih konsisten oleh anugerah Allah dan untuk kemuliaan-Nya. -Mark D. Roberts, Pendeta Senior, Irvine Presbyterian Church Irvine, California.
Ini adalah buku langka yang memberikan lebih dari yang dijanjikan. Pelajarilah tentang sukacita seks sejati, maka Anda juga akan belajar tentang sukacita Allah.
"Pertanyaan-pertanyaan terpenting yang bisa dirujukkan manusia adalah: Mengapa Yesus Kristus disalibkan? Mengapa Dia mengalami penderitaan yang begitu hebat? Apa kaitan semuanya ini dengan saya? Dan yang terakhir, siapa yang mengutusnya untuk mati di dunia ini? Jawaban untuk pertanyaan terakhir ini adalah Allah sendiri: Yesus adalah Anak Allah. Penderitaan yang dilaluinya tiada taranya, tetapi …
"Anda belum pernah berjumpa dengan-Nya secara pribadi, dan Anda juga tidak mengenal orang yang pernah. Tetapi ada jalan untuk mengenal siapa Dia. Bagaimana? Yesus Kristus - Pribadi ilahi yang dinyatakan di dalam Alkitab - memiliki keunggulan yang unik dan keindahan spiritual yang berbicara langsung kepada jiwa kita dan berkata, ""Ya, inilah kebenaran."" Ini seperti melihat matahari dan mengetah…
"""Khotbah yang tidak memiliki aroma kebesaran Allah mungkin terasa menghibur untuk sesaat,"" kata john Piper, ""tetapi tidak akan menyentuh jeritan tersembunyi dari jiwa: 'Perlihatkanlah kemuliaan-Mu!''' Piper yakin bahwa tidak ada masalah kehidupan yang tidak bisa dipulihkan oleh pengenalan yang sejati akan keagungan Allah, keyakinan yang telah di buktikannya melalui beberapa dekade pelayanan…
Sepanjang dekade terakhir, kalangan Injili telah terbagi-bagi dalam hal bagaimana harus merespons tantangan-tantangan postmodernisme. Pilihan-pilihannya, yang meliputi penyangkalan naif sampai perangkulanyang tanpa keraguan, cenderung menderita kesalahan fatal yang sama: menempatkan penekanan pada kebudayaan ketimbang pada Kristus. Kumpulan esai ini mengoreksi kesalahan itu dengan cara menyedia…
"Masing-masing kita terprogram untuk mengejar kebahagiaan kita. Kita merindukan kegembiraan yang signifikan dan mendalam. Beberapa orang mencoba untuk memuaskannya dengan liburan eksotis, gadget berteknologi tinggi, kesuksesan dalam karier, olahraga, akademisi, eksperimen obat-obatan, bahkan praktik asketik yang keras. Namun kerinduan tetap ada. Mengapa? Dalam buku ini, John Piper mengara…
"KEMULIAAN MENGUBAH SEGALANYA Dunia saat ini sarat dengan prakmatisme dan upaya pemajuan diri manusia. Ditengah-tengah ""hikmat"" dunia yang dangkal serta cepat berlalu dan berganti ini, kita perlu menyimak kembali ajaran John Calvin yang di galinya dari halaman-halaman kitab suci tentang hal-hal yang bernilai langgeng. Dari Clvin kita bukan mendapatkan kiat-kiat populer, melainkan keinda…
"Mendambakan Allah" (Desiring God) adalah buku karya John Piper yang mengajukan tesis provokatif bahwa Allah paling dimuliakan di dalam kita ketika kita paling dipuaskan di dalam Dia. Konsep "Hedonisme Kristen" ini mengajukan bahwa mengejar kebahagiaan tertinggi di dalam Tuhan adalah keharusan, bukan sekadar pilihan.
"Kesukaan Allah" (The Pleasures of God) oleh John Piper adalah buku meditasi teologis yang membahas apa yang mendatangkan sukacita bagi Allah di dalam diri-Nya sendiri, seperti kedaulatan, kebenaran, dan penyembahan umat-Nya, buku ini mengeksplorasi hasrat terdalam Allah berdasarkan Alkitab.
"Kuasa Kata-kata dan Keajaiban Allah" (judul asli: The Power of Words and the Wonder of God oleh John Piper & Justin Taylor) menekankan bagaimana perkataan manusia, yang didasarkan pada firman Allah, memiliki kekuatan untuk memberi hidup atau menghancurkan. Buku ini menyoroti teologi praktis tentang perkataan yang menebus dan bagaimana kata-kata manusia mencerminkan keajaiban Allah.