Mengapa Allah mengizinkan penderitaan di dunia? Bagaimana Allah yang mengasihi dapat menghukum orang di neraka? Mengapa Kekristenan tidak bersikap lebih inklusif? Bagaimana mungkin hanya ada satu agama yang benar? Mengapa ada begitu banyak peperangan yang dilakukan atas nama Allah? Buku ini membahas keraguan yang dimiliki oleh orang-orang skeptis, bahkan orang-orang percaya yang berseman…
"Kebenaran dulu selalu didasarkan pada rasio. Sekarang tidak lagi. Apa yang kita rasakan dianggap sebagai sumber terbenar dari realitas. Meskipun kita terobsesi dengan hal-hal emotif dan eksperiensial, kita masih menghadapi masalah eksistensial yang selalu hadir - kecemasan, keputusasaan, dan ketiadaan tujuan. Bagaimana kita bisa sampai seperti ini? Dan di mana bisa menemukan jalan keluarnya…
"Mengapa percaya kepada Allah? Di dalam Ia Ada di Sana dan Ia Tidak Diam, Francis Schaeffer membahas sejumlah pertanyaan yang paling membingungkan bagi orang percaya. Apakah Allah eksis? Apakah masuk akal untuk percaya kepada Allah? Bisakah kita mengenal Allah? Selama hidupnya Schaeffer menyambut kunjungan orang-orang dari berbagai latar belakang yang memiliki pertanyaan dan keraguan k…
"Sejak pertama diterbitkan, Allah yang Ada di Sana telah menjadi buku penting yang mengubah cara gereja memandang dunia. Dari buku ini kita belajar bagaimana timbulnya benturan ide-ide mengenai Allah, sains, sejarah, dan seni dan kemana benturan ini akan menuju. Allah yang Ada di Sana menunjukkan bagaimana Kekristenan historis bisa dengan teguh mengonfrontasi berbagai filsafat dunia karena A…
Menegaskan bahwa akal budi dan filsafat bukanlah musuh, melainkan alat penting untuk membela dan memperdalam iman Kristen. Filsafat berfungsi menjernihkan pemikiran, merumuskan argumentasi, serta menjawab tantangan intelektual guna melayani kebenaran teologis.
"Revolusi-Revolusi dalam Wawasan Dunia: Memahami Arus Pemikiran Barat" (diedit oleh W. Andrew Hoffecker) adalah buku yang menelusuri evolusi pemikiran Barat melalui sepuluh era. Buku ini membahas pergeseran ide fundamental—dari Yunani Kuno, Abad Pertengahan, Reformasi, hingga Pencerahan dan Modern—yang mengubah cara manusia bertindak.
Theologi yang sehat bertemu dengan ilmu pengetahuan yang sehat saat Vern S. Poythress menunjukkan kepada kita bagaimana melihat keindahan sifat Allah itu dinyatakan dalam setiap hal yang para ilmuwan pelajari dalam alam semesta ciptaan. Analisis Vern Poythress tentang relasi antara sains dan iman berasal dari konfesi kepercayaan pada Kristus yang tidak apologetis dan tidak samar, melalui kesaks…